Pengalaman Kampas Kopling Terbakar, MLM, Hingga Menu Horor

Pengalaman yang baru saja penulis alami ini merupakan pengalaman lucu sekaligus berharga, lucu karena dialami oleh teman penulis Madjongke tapi juga berharga karena terselip sebuah pelajaran bagi siapa saja yang bisa mengalami pengalaman ini terutama yang suka menyetir kendaraan sendiri.

Kisah ini bermula saat saya diajak oleh salah seorang teman, teman saya ini biasanya suka mendadak mengajak saya untuk menemani dalam urusan pekerjaan baik dalam maupun luar kota. Saya tidak tau pasti apa pekerjaan teman saya ini. Yang pasti dari ceritanya dulu dia katanya adalah mantan manajer di sebuah Yayasan. Biasanya, saya mau saja diajak pergi apabila dalam sehari itu sudah menyelesaikan 2-3 artikel untuk Madjongke.com, maka saya siap diajak main siapa saja, karena jalan jalan juga menambah pengalaman dan juga inspirasi dalam menulis artikel Madjongke setiap harinya.

Siang itu saya menemani kawan saya, biasanya saya tidak pernah menanyakan detail mengenai kemana tujuannya, saya adalah tipe yang akan mengikuti saja kemana teman saya membawa saya siang itu. Teman saya itu pada mulanya mengajak bertemu dengan kawan kami yang lain, seseorang yang sudah berusia diatas 40 tahun, beliau menekuni usaha MLM, baru saya paham disitu bahwa saya diajak menemani bapak yang belakangan bernama Herry ini untuk menemui kliennya di salah satu hotel di Semarang.

Saya pun diajak berkeliling sebentar oleh teman teman saya ini melihat kota Semarang di siang hari, sampai pada akhirnya kita menghentikan perjalanan untuk mengisi perut yang sudah keroncongan, kala itu kita berhenti di sebuah kedai pinggir jalan yang menawarkan Bakso dan Tahu Gimbal Khas Semarang. Untuk sekedar pembaca ketahui, saya sangat menyukai makanan seperti Bakso, Nasi Goreng dan untuk minuman saya sangat suka dengan Jus Alpukat. Itulah yang saya pesan di warung tersebut, sedangkan teman-teman saya yang lain memesan menu kesukaan masing-masing.

Setelah makanan selesai kami lahap, maka perjalanan berikutnya dilanjutkan dengan menemui klien MLM yang sudah kami tunggu di salah satu Hotel di Kota Semarang, rencana dari pertemuan ini adalah untuk presentasi sebuah produk MLM baru yang akan masuk di Kota Semarang. Daripengamatan penulis, ternyata TIDAK semua orang MLM itu berpenampilan dan bersikap layaknya orang berduit. Kali ini penulis melihat dengan mata kepala sendiri, ketika disodori menu, pelaku MLM itu seperti ketakutan, mungkin saja takut karena akan membayari sejumlah makanan, yang sebenarnya juga tidak terlalu mahal. Tampaknya menu tersebut terlihat sangat menakutkan.

Seusai meeting tersebut, maka tibalah saatnya untuk pulang, keadaan sore itu kota Semarang cukuplah padat dikarenakan penyempitan jalan. Saat itu saya bertanya kepada teman saya, ISO MANCING GAK dikarenakan jalanan yang menanjak dan saat itu macet luar biasa. Akan tetapi teman Madjongke hanya diam saja sambil tetap memberikan GAS yang luar biasa penekanannya dalam kondisi macet seperti itu, dan tidak diimbangi dengan manajemen kopling yang baik ( Mobil teman madjongke masih transmisi manual ). Tak berapa lama kemudian, keluarlah asap (ABLUK) dari mobil teman saya tersebut, tentu kagetlah kami semua, tapi teman saya itu untungnya tidak panik dan tetap bisa menguasai mobil untuk dapat bergerak ke pinggir jalan.

Ketika mobil sudah bisa dikuasai dan akhirnya bisa bergerak ke pinggir, maka segeralah penulis melakukan analisa berdasarkan pengalaman. Maka kesimpulan penulis adalah kampas kopling terbakar karena pengemudi tidak bisa mengatur manajemen gas dan kopling dalam keadaan menanjak dan macet, saat itu penulis berusaha menenangkan teman penulis yang agak panik dikarenakan hari sudah sore dan panik mobilnya akan masuk bengkel.
Akhirnya saya mau tidak mau yang menyetir sampai kota tujuan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beli Mobil Sama Motor Hasil Keringat Sendiri

Tujuan Hidup Kita